Review Pengabdi Setan 2 Communion Kutukan Sadis Berlanjut Tanpa Ampun

Ketika tulisan ini diluncurkan, penontonnya sudah mencapai 700.000 orang lebih. Review Pengabdi Setan 2 Communiom berikut ini akan menggiring kamu dalam cerita tanpa spoiler dan tentu saja menampilkan cerita-cerita yang tak pernah terpikirkan sebelumnya.

Nah, buat kamu yang belum mendapatkan tiket nontonnya, bisa unduh aplikasi Ultra Voucher terlebih dahulu dan bisa pilih tiket nontonnya di bioskop CGV Cinemas dan XXI di tautan berikut ini.

Cerita Pengabdi Setan 2

Tak ada angin, tak ada kabar, tiba-tiba Pengadi Setan 2 diumumkan setahun yang lalu. Mengingat film pertamanya di tahun 2017 mampu menghasilkan sensasi horor yang berbeda dari film aslinya yang hadir di era ’80-an. Film ini tentu saja menjadi yang paling ditunggu.

Teror di Pengabdi Setan yang pertama tak jauh berbeda dengan film pertamanya. Masih tentang Ibu dan sekte “penyebah” yang datang memberikan kutukan setiap tahunnya.

Sebagai penulis naskah dan sutradara Joko Anwar mencoba mengalihkan ceritanya dalam catatan yang berbeda. Beberapa tahun kemudian, keluarga Bapak dan anak-anaknya diceritakan pada kondisi dan suasana yang berbeda.

Pada tahun itu semua keluarga yang diteror habis-habisan karena sekutu “iblis” yang dilakukan Ibu kembali terulang. Kutukan ini ternyata punya jejang cerita di masa lalu.

Berkaitan dengan Bandung, dan sebuah peristiwa Internasional di masa lalu. Sampai di sini, cerita yang dikemas di film keduanya seperti terlihat berbeda dengan film pertamanya.

Mengambil sisi-sisi dan realita masyarakat dari tahun-tahu ke tahun yang percaya dengan “kehidupan lain” dan sebuah nafsu besar kelompok pemuja setan.

Alur cerita yang dimainkan cukup dimengerti meskipun terasa cepat. Namun, ini pilihan sang sutradara dan penulis naskah.

Meskipun punya premis yang datar, namun ada beberapa plot yang akan membuat penonton yang benar-benar menikmati cerita sebuah film akan bertanya-tanya, “apa benar”

Sebuah kisah fiksi memang tidak harus dipahami secara serius. Namun, jelas gaya Joko Anwar memang terlihat berbeda di film keduanya. Ceritanya seperti dibuat menyambung dan menarik ke belakang lagi cerita-cerita masa lalu.

Hal yang jelas akan membuat penonton bertanya-tanya, apa yang sebenarnya terjadi? Apakah kutukan ini bisa berlanjut ke siapa saja?

Bagaimana dengan peristiwa besar yang dimulai di Bandung pada saat masa lalu?

 

Bermain-main dengan Jumpscare

Salah satu keistimewaan dari film pertama yang dikenal dengan karakter Ibu ini, adalah bagaimana secara keseluruhan film ini dibangun dengan atmosfer yang benar-benar mencekam. Dari gaya berjalan, ekspresi para karakter sehingga benar-benar menghidupkan suasana yang mencekam, sekaligus mengerikan.

Kali ini di film kedua, Joko Anwar mencoba bermain-main dengan beberapa jumpscare. Memang, ia terlihat membangun kembali suasana horor tersebut. Beberapa diantaranya adalah dengan bermain-main dengan Jumpscare.

Sesuatu yang biasanya cukup minim dimainkan oleh Joko Anwar di film-film horor, misteri atau thriller yang pernah digarapnya.

Entah ingin mencoba pengalaman baru, namun apa yang disajikan Joko Anwar benar-benar berbeda. Meskipun suasana horornya tetap didapatkan, namun Jumpscare yang kuat ikut menjadi penentu bagaimana ketegangan demi ketegangan dibangun dalam Pengabdi Setan.

Gambar dan Lighting di Pengabdi Setan 2

Bicara soal gambar yang dihasilkan dari angle kamera, jadi kunci kenapa Pengabdi Setan 2 begitu menakutkan. Beberapa garis-garis lurus yang dihadirkan dalam suasana rumah susun terlihat sangat baik.

Bahkan sampai komposisi mayat pun benar-benar diperhatikan dan menjadi sebuah gambar yang artsy. Bahkan di pembuka film saja, suasana di sebuah gedung bersejarah di Bandung juga ditampilkan dengan komposisi yang bisa terbilang artsy.

Ditambah lagi, beberapa faktor pencahayaan yang dibangun di dalam film ini juga begitu kuat. Bagi yang tidak kuat mungkin rasanya tidak perlu memaksakan diri untuk menonton Pengabdi Setan 2 Communiom.

Bagi sebagian orang, bisa saja visual cahaya yang dibangun akan benar-benar menganggu. Namun, bagi sebagian lainnya, atmosfer horor yang dibangun justru berasal dari sisi lighting.

Secara keseluruhan, angle dan pergerakan kamera memang benar-benar mampu membangun suasana mencekam dan menakutkan. Siap-siap saja kamu akan terkejut dan menutup mata sambil merasakan sensasi “fun” dari film yang digarap oleh Joko Anwar ini.

Pemeran Pengabdi Setan 2

Beberapa karakter baru memang muncul selain dari anggota keluarga Bapak. Termasuk seorang wartawan senior, penghuni rumah susun yang bisa bahasa isyarat dan lain-lainnya. Salah satu yang cukup mencuri perhatian tentu saja adalah Ratu Felisha yang mampu memainkan perannya sebagai “Sidekick” namun tetap saja bisa mencuri perhatian.

Sosok Bapak juga dimainkan dengan baik. Tak jauh beda dengan film pertamanya yang memang membuat penonton akan bertanya-tanya, apakah Bapak adalah “kuncinya?”

Apa pun itu, buat kamu penggemar horor wajib menonton film ini di bioskop. Kamu bisa menciptakan review Pengabdi Setan 2 Communiom versi kamu sendiri dengan menontonnya langsung di bioskop.

Baca juga: Cek Kode Voucher M-Tix Agustus 2022 nonton Pengabdi Setan di IMAX

Baca juga: Voucher Promo CGV Agustus 2022 untuk Nonton Bullet Train dan Pengabdi Setan 2

Syaratnya, kamu bisa beli tiket bioskop CGV Cinemas dan XXI dengan mengunduh aplikasi Ultra Voucher yang tersedia di App Store dan Google Play Store, serta dapatkan promo spesialnya!

Sudah siap dengan kejutan demi kejutan di film ini?